Oleh. M. Aminulloh RZ
Indonesia sedang dalam ancaman. Orang
yang berideologi khilafah di Indonesia semakin merebak pasca dibubarkan tahun
2017 yang lalu. Fakta tersebut berdasarkan penelitian Setara Institut pada
tahun 2019, dengan banyak ditemukannya wacana dan gerakan keagamaan yang
bersifat eksklusif. Dari 10 Perguruan Tinggi Negeri yang terpapar khilafahisme
ala HTI, paling menonjol di Institut Pertanian Bogor (IPB). Mahasiswa dengan faham
ideologi semakin hari semakin menguat.
Pada Survei Nasional yang
dilakukan oleh Lembaga Survei Cyrus Network pasca-pemilu 2019, 4,7% responden
menganggap bahwa khilafah merupakan ajaran Islam, dan menyetujui Indonesia
menjadi khilafah. Dalam survei tersebut juga disebutkan 13,1% responden mengungkapkan
Indonesia seharusnya berlandaskan syariat Islam. Direktur Lembaga Survei Cyrus
Network mengatakan: “Karena merasa Islam agama mayoritas di Indonesia.” Di Jakarta, jumat (9/8/19).
Selain itu, data survei juga
menyebutkan, mayoritas responden, sebanyak 70,3% menerima Pancasila sebagai
ideologi bangsa. Responden yang tidak menjawab atau menjawab tidak tahu
sebanyak 11,8%.
Tokoh populer yang seringkali
mengampanyekan khilafah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), salah satunya Felix
Yanwar Siauw, atau dikenal dengan Ustaz Felix Siauw. Ustaz berdarah
Tionghoa-Indonesia itu dikenal sebagai pendakwah khilafah HTI setelah menjadi
mualaf yang selanjutnya dipanggil Ustaz.
Ustaz Gaul yang berasal dari
Palembang itu, dilahirkan oleh keluarga Katolik. Ia memeluk agama Islam dan
memepelajarinya Ketika melanjutkan studinya ke IPB pada tahun 2002. Dengan
modal menulis buku tentang cerita mualaf dirinya, Felix sukses dalam penjualan
buku dikalangan masyarakat Indonesia. Berkat tulisan dan bukunya, Felix diundang
ke berbagai daerah untuk berceramah, bahkan sampai ke luar negeri.
Mulanya, Felix hanya berbicara
soal bukunya. Namun, setelah menjadi ‘Ustaz Seleb’, ia banyak bicara permasalahan
umat Islam. Bahkan, politik dan pemerintahan. Tidak hanya berceramah secara
tatap muka, Felix juga mengampanyekan dakwah khilafahnya melalui media sosial.
Statusnya acap kali membuat gaduh dunia maya, mengandung kontroversi, dan menimbulkan
provokasi hebat, sehingga ada pergesekan di antara sesama Muslim.
Felix sengaja dimunculkan untuk
menjadi salah satu icon HTI sebagai Ustaz, penceramah, pembicara dan
motivator, untuk menjaring generasi Muslim milenial yang awam terhadap agama,
kemudian Muslim muda tersebut direkrut menjadi anggota dan simpatisan HTI.
Felix Siauw terkenal di kalangan
anak muda, melalui dakwah pendekatan kekinian, ia dapat mempengaruhi Muslim
milenial, walaupun terkadang bicara nyeleneh bagi orang yang memahami disiplin
ilmu agama. Bagai seorang Ulama yang
alim, Ustaz ini seringkali mengeluarkan “dawuh” yang menggelitik. Seorang mualaf
dengan modal keilmuan agama seadanya, jauh dari apa yang disebut Ustaz. Ustaz
berarti Guru, karena seorang Guru itu menjadi percontohan, panutan, berperilaku
baik dan tidak mengadu domba. Ia kerap
mengeluarkan argumen ngawur. Bahkan terkadang berfatwa, laksana mujtahid yang begitu
didengarkan dan dibenarkan oleh banyak pengikut milenialnya. Apakah seorang
Ustaz seperti Felix ini pantas mengadu domba sesama umat seperti itu?
Dalam
satu waktu, umpamanya ia menulis status di akun sosial media twitter: “membela
nasionalisme, enggak ada dalilnya.” (29/09/12). Ini adalah salah satu contoh
Ustaz pemecah belah umat. Tidak memandang bagaimana efek grassroot
ketika keurukunan dikoyak seperti itu. Sejarah membuktikan, Indonesia terlepas
dari penjajahan karena semangat mencintai tanah air. Kita membela tanah air, aset kebudayaan dan ekonomi bangsa
seutuhnya kita miliki untuk anak cucu dimasa depan. Dalil jihad sudah
terkandung di dalamnya. Tidak ada dalil Al-Quran atau hadis pun tidak
serta-merta, tidak boleh dilakukan, dalam ilmu fiqih kita mengenal kata mubah.
Organisasi HTI sudah dilarang di
Indonesia, megampanyekan khilafah juga sudah terlarang. Di era digital teknologi
dan informasi membuat kita harus banyak memilih dan memilah Ustaz mana yang
patut kita dengar, kita contoh, dan kita jadikan panutan dalam kehidupan
sehari-hari. Masih banyak Ustaz yang seumur hidupnya mempelajari ilmu agama,
dengan keilmuan yang tidak diragukan, seperti Gus Ulil Abshar Abdalla, Kyai Baha’udin (Gus Baha), dan lainnya.

No comments:
Post a Comment